Download Kajian : “Masing-masing Ada Waktunya!”

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah di dalam shahihnya dari sahabat muliah Hanzhalah bin Robi’ al Asadi al Kaatib radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita :

“Saya pernah berjumpa dengan Abu Bakar dan ia berkata kepada saya; ‘Bagaimanakah keadaanmu ya Hanzhalah? ‘ Saya (Hanzhalah) menjawab; ‘Hanzhalah telah menjadi orang munafik.’ Abu Bakar terperanjat seraya berkata; ‘Subhanallah, apa maksud ucapanmu tadi hai Hanzhalah? ‘ Saya menjawab; ‘Ketahuilah olehmu hai Abu Bakar, ketika kami berada di sisi Rasulullah, beliau sering mengingatkan kami tentang siksa neraka dan nikmat surga hingga seolah-olah kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri. Akan tetapi, ketika kami keluar dari sisi Rasulullah, maka kami pun berlaku kasar dan jahat kepada isteri dan anak-anak kami serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi, kami ini sering lengah.’ Abu Bakar berkata; ‘Demi Allah, kami juga sering berbuat seperti itu hai Hanzhalah.’ Kemudian saya dan Abu Bakar pergi menuju ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesampainya di sana, saya berkata; ‘Ya Rasulullah, Hanzhalah telah menjadi munafik.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: ‘Apa maksudmu hai Hanzhalah? ‘ Saya meneruskan ucapan saya; ‘Ya Rasulullah, ketika saya berada di sisi engkau, kemudian engkau menerangkan kepada saya tentang siksa neraka dan nikmat surga, seolah-olah saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Akan tetapi, ketika saya telah keluar dari sisi engkau, maka saya pun berlaku kasar kepada istri dan anak-anak saya serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi saya sering bersikap Iengah.’ Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Tetapi, tentunya yang demikian itu dilakukan sedikit demi sedikit (ada waktunya masing-masing).’ Beliau mengulangi kata-kata itu tiga kali. [1]

Berkata Syaikh Shalih Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan hadist di atas :

“Ada waktu yang kita peruntukkan untuk kita beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ada waktu yang kita gunakan untuk keluarga (anak dan istri), ada waktu yang kita gunakan untuk bekerja, ada waktu yang kita gunakan untuk diri sendiri, sehingga masing-masing orang dapat memberikan waktu rehat untuk dirinya sendiri, sehingga seseorang dapat menunaikan hak-hak yang harus ditunaikan. Ini semua merupakan keadilan syariat Islam dan kesempurnaanNya.”

“Demikian pula bagi bahwa Allah memiliki hak, diri kita memiliki hak, keluarga memiliki hak, para tamu dan tetangga memiliki hak. (Ketika kita mampu menunaikan semua hak-hak tersebut), maka harapannya kita dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Karena kita kalau terlalu memberatkan diri untuk ibadah maka kita akan merasakan jenuh dan akan menghilangkan hak-hak yang harus ditunaikan. Ini bukan hanya berlaku dalam ibadah saja atau memberikan hak atas dirinya, keluarga ataupun tamunya saja namun juga dalam disiplin ilmu. Demikian juga kita mempelajari suatu disiplin ilmu dalam keadaan kita jenuh, maka hendaknya disudahi untuk kita kemudian pindah kepada disiplin ilmu lain demikian seterusnya.” [2]

Allahu a’lam. [3]

———————————————————————-

[1] HR. Muslim no. 4937 dari shahabat Hanzhalah Al Usayyidi

[2] Syarah Riyadhus Shalihin (1/169)

[3] Faedah Kajian bersama al Ustadz Muhktar bin Rifa’i hafidzahullah di Masjid Agung Bantul 24 Jumadil Ula 1436 H/15 Maret 2015

Audio Rekaman :

Judul Kajian : Masing-masing Ada saatnya (judul dari admin -ed)

Hari/Tanggal : Ahad,  24 Jumadil Ula 1436 H/15 Maret 2015

Ukuran File : 10.9 MB

Download di siniMasing-masing Ada saatnya (Klik kanan – Save as Link)